Minggu, 13 April 2014

TRIAS UKS



UKS Merupakan Salah Satu Upaya Meningkatkan Kualitas SDM yang Sehat, Cerdas, dan Berakhlak

( Sumber : Kementerian Kesehatan RI )

Anak usia sekolah merupakan generasi penerus sebagai sumber daya manusia pada masa yang akan datang. Dari jumlahnya yang besar sekitar 20% jumlah penduduk Indonesia, anak usia sekolah merupakan investasi bangsa yang potensial tetapi rawan karena berada dalam periode pertumbuhan dan perkembangan.
Melalui Trias UKS sumber daya manusia dapat ditingkatkan, Trias UKS adalah tiga program pokok dalam pembinaan dan pengembangan UKS, yaitu melalui pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat. Sedangkan dalam wujudkan Trias UKS perlu melakukan 7 K (kesehatan, kebersihan, keindahan, kenyamanan, ketertiban, keamanan, dan kerindangan).
Pelaksanaan UKS sangat penting untuk meningkatkan prestasi belajar dan kesehatan peserta didik. Kegiatan UKS harus menitikberatkan pada upaya promotif-preventif, dengan didukung upaya kuratif-rehabilitatif yang proporsional dan bermutu. Pelaksanaan UKS yang bermutu perlu dilaksanakan di semua sekolah, termasuk perguruan agama dan Pondok Pesantren, mulai dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK)/Raudhatul Adfal (RA); Sekolah Dasar (SD)/Madrasah Ibtidaiyah (MI); Sekolah Menengah Pertama (SMP)/Madrasah Tsanawiyah (MTs); hingga Sekolah Menengah Atas (SMA)/ Sekolah Menengah Kejuruan (SMK)/Madrasah Aliyah(MA); serta Sekolah Luar Biasa (SLB).
Saya sangat pro UKS, dengan adanya UKS interaksi kita dengan anak-anak sekolah menjadi luar biasa ujar Menkes.
Sejauh ini pelaksanaan UKS masih menitikberatkan pada pembinaan terhadap fisik gedung sekolah, seperti pengaturan pencahayaan dan ventilasi di ruang kelas, higiene dan sanitasi di kantin sekolah, kebersihan jamban sekolah, pengelolaan sampah serta saluran air limbah di sekolah. Sedangkan pembinaan yang mengarah kepada pembentukan pola hidup sehat di kalangan peserta didik masih kurang. Anak diharapkan dapat secara mandiri memilih makanan yang sehat baik di kantin sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari; mampu menolak ajakan teman sebaya untuk merokok; serta menolak ajakan mencoba narkoba atau melakukan hubungan seks pranikah.
Kemampuan ini perlu diberikan agar anak tidak mudah mendapat perlakuan yang tidak menyenangkan dari lingkungannya atau tindak kekerasan (bullying).
Pentingnya kesehatan sekolah tertuang dalam Undang-Undang Kesehatan No. 36 tahun 2009 pasal 79 yang berbunyi Kesehatan sekolah diselenggarakan untuk meningkatkan kemampuan hidup sehat peserta didik dalam lingkungan hidup sehat sehingga peserta didik belajar, tumbuh dan berkembang secara harmonis dan setinggi-tingginya menjadi sumber daya manusia yang berkualitas.
Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI.
Sumber : Internet/Kementrian Kesehatan RI

Hallo Dokter Cilik



Hallo Dokter Kecil…
Majalah Yes mengucapkan selamat datang dan selamat bergabung kepada para Dokter Kecil angkatan 2014 di SD BPI.
Kejayaan sebuah negara kini tidak lagi diukur mengikut dimensi ekonomi dan pembangunan fisikal semata, hal ini harus  didukung oleh pembangunan modal insan yang berkualitas. Menyadari hal ini, usaha-usaha yang menjurus kepada meningkatkan kualitas insan penerus bangsa, penguasaan ilmu pengetahuan, pemupukan masyarakat berbudaya yang memiliki aspek moral serta nilai-nilai murni yang tinggi harus terus dilaksanakan. Dengan ini maka ketercapaian Kurikulum 2013 tidak diragukan lagi.
Pembangunan identitas nasional yang kuat perlu diimbangi dengan pembangunan warga yang global.
Para insan penerus bangsa  kelak akan meninggalkan lingkungan sekolahnya sebagai warga dunia yang telah dipupuk dengan nilai global dan memiliki identitas nasional yang kukuh. Nilai yang telah dipelajari akan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, yang kemudian dapat menghasilkan tingkah laku positif yang dilakukan secara sukarela, penerimaan individu, perbedaan agama, bangsa, keturunan dan etnik, amanah serta berintegrasi. Selain itu, setiap peserta didik kelak akan selalu bersedia menjadi pemimpin bagi diri dan keluarga mereka, atau kepada komunitas yang lebih besar serta negaranya.
Budaya kreatif dan inovatif dalam kalangan peserta didik lebih dilaksanakan  melalui kegiatan ekstrakulikuler karena kegiatan ini dapat dilaksanakan di dalam dan di luar waktu sekolah. Pemupukan awal berupa pembagian aktivitas secara berkelompok yang ada di sekolah untuk memberi kesempatan kepada murid untuk mengetahui, mencoba dan melaksanakan tugas/projek yang dipertanggungjawabkan, serta dilakukan menurut minat dan kesukaan mereka sendiri.
Pada edisi kali ini kegiatan tersebut diatas salah satunya adalah dengan mengikuti ekstrakulikuler Dokter Kecil.
Apakah dokter kecil itu ?
Dokcil adalah peserta didik yang memenuhi kriteria dan telah dilatih untuk ikut melaksanakan sebagian usaha pemeliharaan dan peningkatan kesehatan terhadap diri sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.
Tujuan Program Dokter Kecil
Tujuan Umum : Meningkatkan partisipasi peserta didik dalam Program Usaha Kesehatan Sekolah.
Tujuan Khusus :
§  Agar peserta didik dapat menjadi penggerak hidup sehat di sekolah, rumah dan lingkungannya.
§  Agar peserta didik dapat menolong dirinya sendiri, teman, keluarga dan lingkungannya.
Kriteria Dokter Kecil
§  Berprestasi di sekolah
§  Berbadan sehat
§  Berwatak pemimpin dan bertanggungjawab
§  Berpenampilan bersih dan berprilaku sehat
§  Berbudipekerti baik dan suka menolong
§  Mendapat izin dari orangtua
Tugas dan Kewajiban Dokter Kecil
§  Selalu bersikap dan berprilaku sehat sehingga dapat menjadi contoh bagi teman-temannya.
§  Dapat menggerakkan sesama teman untuk menjalankan usaha kesehatan terhadap dirinya masing-masing.
§  Berusaha bagi tercapainya kesehatan lingkungan yang baik di sekolah dan di rumah.
§  Membantu guru dan petugas kesehatan pada waktu pelaksanaan pelayanan kesehatan di sekolah.
§  Berperan aktif pada kegiatan-kegiatan dalam rangka upaya peningkatan kesehatan di sekolah ( Gizi, kebersihan & kesehatan, penimbangan beratbadan, pengukuran tinggi badan, kesehatan mata, dll ).

Kegiatan dokter kecil juga meliputi pengamatan kebersihan ruang UKS, warung sekolah, ruang kelas, halaman sekolah, tempat suci, WC, kamar mandi, persediaan air bersih, tempat sampah, saluran pembuangan, termasuk juga upaya pemberantasan sarang nyamuk ( PSN ).
Semua kegiatan tadi dicatat dan dilaporkan kepada guru Pembina dalam buku harian Dokter Kecil.
Diharapkan semua kegiatan Dokter Kecil tersebut akan berdampak pada meningkatnya kualitas lingkungan hidup sehingga dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian.

Sumber : Direktorat Bina Kesehatan Anak, Depkes RI, Pedoman Pelatihan Dokcil/internet/ Redaksi YES.